Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Oktober 2015

Serius Cuma Mitos? : Writer's Block dan Mood


   Sudah cukup lama tidak mengisi blog ini. Sebenarnya, beberapa bulan lalu saya ingin mengisinya dengan beberapa tema. Namun, karena terkendala dengan waktu, rasa malas, dan (yang paling utama) jaringan internet, akhirnya tema-tema itu teronggok dalam pikiran saya dan terlupakan begitu saja. Hmm..., sungguh disayangkan.

   Yah, beginilah bila seorang penulis memperturutkan rasa malasnya. Yang ada, ide-ide yang seharusnya bisa diolah menjadi sebuah cerita, akhirnya terkubur sia-sia karena masalah sehari-hari, hingga terlupakan begitu saja. Ada yang pernah mengalami apa yang saya rasakan? Saya kira, hampir setiap penulis pernah melakukan ini. Mau tidak mau, mood memang sangat mempengaruhi semangat menulis. 

   Saya pernah membaca beberapa artikel yang dibuat salah satu penerbit, isinya tak lain ajakan untuk konsisten menulis. Paling tidak, setiap hari kita bisa meluangkan waktu untuk menulis. Bagi sebagian orang, hal ini sulit. Namun bagi sebagian yang lain     dengan displin dan latihan terus-menerus, itu merupakan sesuatu yang ringan. Bagi saya sendiri, konsisten menulis setiap hari termasuk sulit dan membutuhkan kestabilan emosi yang baik, karena ini berkaitan dengan mood serta writer's block.

Sabtu, 10 Januari 2015

1 Nafas, 1 Kehidupan


   Mungkin kalian bakal heran dengan isi posting hari ini karena sangkut pautnya dengan dua foto di atas sangat kecil. Sebelumnya, saya ingin ngucapin selamat tahun baru 2015! Semoga tahun ini kita bisa mencapai resolusi serta menggapai impian! Semangat 2015! (^^)9

   Sudah lama sekali sejak saya terakhir nulis blog. Euh..., sepertinya saya harus meningkatkan disiplin waktu untuk rajin nulis blog seminggu sekali. Tapi, ya itu..., kadang ada banyak kendala untuk menulis di blog ini. (kalau yang ini mah, ntar jadinya banyak alesan). Awal minggu tahun baru kemarin, saya menghabiskan liburan di tempat simbah saya di daerah Jawa Timur. Tempatnya cukup asri (baca: masih banyak sawah dan pohon), sayangnya..., kalau siang puanasnya minta ampun. Sekalipun di daerah jawa dan dekat dengan kota,  daerah simbah saya termasuk memiliki akses jalan yang buruk. Sepanjang ingatan saya, dari kecil sampai sekarang udah lulus kuliah, jalan menuju ke area rumah simbah nggak pernah bagus. selalu bergelombang, penuh batu dan berdebu. Untunglah, kemarin ketika pulang, saya lihat mulai ada proyek pembangunan jalan, jadi jalan di sana dipaving oleh kelurahan.

   Nah, sebenarnya dua foto di atas berkaitan dengan kepulangan saya ke rumah mbah. Ketiga kucing itu adalah kucing-kucing saya yang sekarang saya lepas di desa. Kalau dihitung, hampir seminggu saya melepaskan mereka di desa. Yah..., saya jadi rindu pada mereka, terutama pada kucing berbulu oranye. Namanya Jo dan dia termasuk pintar. Yang belang dan item termasuk pinter juga sik. Cuma, yang belang rada telmi, kalau yang item suka nggigit. Cuma Jo aja yang     walaupun suka ndusel n minta makan terus, termasuk patuh dan gampang akrab. Kapan-kapan, akan saya ceritakan soal kucing-kucing ini deh.

Senin, 08 Desember 2014

IRF 2014 (Indonesia Readers Festival 2014) : Enjoy Our Friendship

Huft...., Usai sudah 2 hari melelahkan perjalanan ke Jakarta kemarin. Ehm, sebaiknya aku cerita mulai dari mana, ya? Banyak banget yang ingin kuceritain aslinya, dari mulai awal sampai pulang perjalanan. Sebaiknya aku ceritakan satu per satu, ya. Siap-siap untuk membaca ceritaku ini. Pastinya..., cerita ini bakal panjang :p

IRF (Indonesia Reader Festival) tahun ini lagi-lagi diadakan di Jakarta. Iya, kalau event besar mah, biasanya emang diadakan di ibukota tercintah. Di sana emang warga-warga komunitasnya lebih besar dan lebih aktif dibanding warga-warga komunitas dari daerah lain. Nah, untuk IRF tahun ini, sebenarnya saya masih galau antara mau pergi dan tidak. Bagaimana saya gak galau? Mengingat saldo di *piiip* aja udah bikin megap-megap ama sakit kepala. Makanya, awal November kemarin, ketika kawan-kawan GRI Semarang tanya sama saya, jadi pergi atau gak ke Jakarta, saya masih belum bisa memberikan kepastian.